41m yang lalu
Serangan Houthi Yaman Bidik Bandara Saudi, Konflik Kian Memanas
Kelompok bersenjata Houthi di Yaman melancarkan gelombang serangan baru pada Rabu dini hari, menyasar Bandara Internasional Aden dan sejumlah lokasi di Arab Saudi, di tengah pertempuran yang makin sengit di berbagai front. Situasi ini kembali memunculkan kekhawatiran pasar atas keamanan jalur pengangkutan minyak di Timur Tengah.
Kementerian Perhubungan Yaman mengatakan sebuah rudal Houthi jatuh dekat landasan pacu Bandara Internasional Aden beberapa menit sebelum penerbangan dari Kairo dijadwalkan mendarat. Pihak bandara langsung membatalkan prosedur pendaratan, mengalihkan penerbangan ke Jeddah, serta memindahkan dua pesawat yang berada di landasan pacu untuk mengurangi risiko serangan lanjutan. Bandara Aden merupakan pintu gerbang penerbangan internasional utama di wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman. Hingga kini, Houthi belum menanggapi tuduhan terkait insiden di bandara tersebut.
Koalisi pimpinan Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan beberapa rudal balistik Houthi. Koalisi juga menyebut berhasil menembak jatuh satu rudal balistik Houthi di utara Riyadh, serta sedang melacak platform peluncuran di sekitar Sanaa yang dikuasai Houthi dan siap menghancurkannya, tanpa merinci korban maupun kerusakan.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kemudian mengklaim pihaknya meluncurkan sejumlah drone untuk menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Otoritas Saudi belum segera mengonfirmasi bahwa bandara tersebut menjadi target.
Menurut laporan Reuters, koalisi pimpinan Saudi juga menyatakan rudal balistik Houthi yang diarahkan ke kota Khamis Mushait di barat daya Saudi telah dicegat dan dihancurkan. Saree mengatakan Houthi turut meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandara Internasional Abha serta sebuah pangkalan angkatan udara di Khamis Mushayt. Belum jelas apakah klaim itu terkait rudal yang sebelumnya diumumkan koalisi telah dicegat, dan otoritas Saudi belum segera mengonfirmasi adanya serangan ke Bandara Abha.
Ketegangan meningkat seiring pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi bergerak mendekati Selat Bab elMandeb. Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi disebut membuat kemajuan teritorial baru di pesisir Laut Merah Yaman. Pekan ini, koalisi pimpinan Saudi memberikan dukungan udara bagi pasukan pemerintah dalam ofensif cepat untuk merebut kembali wilayah pesisir dekat Selat Bab elMandeb dan kota AlMukha, serta mendorong Houthi keluar dari area yang mereka kuasai bulan lalu. Selat Bab elMandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi jalur pelayaran global yang krusial.
Dampak eskalasi cepat terasa di pasar energi. Meski pasokan minyak mentah Saudi mulai pulih, serangan Houthi ke target Saudi kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar atas keamanan infrastruktur dan transportasi minyak Timur Tengah, sehingga harga minyak internasional naik pada Rabu.
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menyatakan bahwa per Selasa pagi, aliran minyak melalui pipa East"West Saudi telah dipulihkan menjadi 5,8 juta barel per hari. Pemulihan itu belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran akan gangguan lanjutan.
Laporan juga menyebut otoritas penerbangan Saudi pada Selasa menyatakan bandara Jazan dan Najran menjadi sasaran dalam dua serangan. Ketegangan Houthi-Saudi pun terus meningkat.
Tekanan tambahan datang dari Selat Hormuz. Peningkatan serangan Iran terhadap tanker yang melintas di selat tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekspor minyak melalui jalur perairan strategis itu dapat terganggu.
Naeem Aslam, Chief Investment Officer di Zaye Capital Markets, menilai pasar minyak masih "terjebak antara membaiknya pasokan fisik dan berlanjutnya risiko geopolitik". Samer Hasn, Senior Market Analyst di platform perdagangan valas XS.com, memperingatkan risiko terhadap fasilitas minyak Saudi dapat meningkat jika militan Houthi berupaya menekan lebih kuat akibat kehilangan lebih banyak wilayah.
Saat ini Houthi menghadapi serangan balasan dari militer pemerintah Yaman, sekaligus memperluas kemampuan serangan jarak jauh ke sasaran di Arab Saudi. Ketika berbagai front memanas secara bersamaan, keyakinan pasar atas pemulihan pasokan minyak mentah Timur Tengah kembali terguncang.