1j yang lalu
Perak Tembus US$69 Saat Logam Mulia Menguat Jelang Jackson Hole
Perak menguat seiring kenaikan emas pada Kamis. Harga perak berada di US$69,19 per ounce, naik 0,4% pada hari itu, melanjutkan reli logam mulia yang mulai terbentuk sejak awal Agustus.
Penguatan didorong pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil (yield) Treasury dari level puncak terbaru. Sejumlah desk perdagangan menilai ruang kenaikan masih terbuka menjelang pidato utama Jackson Hole pada Jumat dari Ketua The Fed Kevin Warsh.
Dampaknya ke pasar (termasuk pelaku kripto)
Dolar yang lebih lemah membuat aset berdenominasi dolar seperti emas dan perak lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga memicu permintaan baru. Indeks dolar bertahan di sekitar 98,8, dekat level terendah tiga bulan.
Yield Treasury yang lebih rendah menekan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak. Arus ke aset penyimpan nilai ini juga menjadi perhatian trader kripto, karena perubahan likuiditas kerap memindahkan alokasi antarkelas aset.
Di sisi lain, bank sentral ikut menopang. Pengelola cadangan devisa dilaporkan menambah kepemilikan emas pada laju tercepat dalam beberapa tahun, sebagai bagian dari diversifikasi menjauh dari dolar.
Pergerakan harga dan pandangan analis
Menurut Reuters, emas spot sempat melonjak hingga 1,6% pada Senin ke US$4.677,14 per ounce. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 1,2% ke US$4.734,70. Jim Wyckoff dari American Gold Exchange mengatakan, “Fundamental dan teknikal seperti mulai sejalan memberi sinyal bullish untuk pasar emas.”
Sepanjang bulan ini, perak banyak bergerak mengikuti emas. Pelaku pasar menilai momentum dapat mendorong perak mendekati US$70 per ounce jika kondisi saat ini bertahan.
Proyeksi Wall Street cenderung optimistis. Morgan Stanley menilai emas berpeluang melampaui US$5.000 per ounce pada 2027. Goldman Sachs memasukkan emas dalam daftar komoditas unggulan untuk jangka dekat. Analis Citi menambahkan pasar semakin mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed lanjutan, kondisi yang biasanya mendukung logam mulia.
Mengapa yield turun
Turunnya yield antara lain dipengaruhi rencana buyback obligasi Treasury AS yang digandakan awal bulan ini, dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi untuk tenor 10 hingga 30 tahun. Yield obligasi 30 tahun sempat menyentuh 5,34% pada awal Agustus, tertinggi sejak 2007, lalu melemah setelah buyback berjalan.
Faktor penentu dari Jackson Hole
Pasar akan mencermati pidato Jackson Hole perdana Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk arah suku bunga, kebijakan utang, dan sikap terhadap dolar. Kejutan bernada hawkish berpotensi cepat menghentikan reli dan menekan emas serta perak. Jika nadanya dovish, pasar kemungkinan menilai itu sangat positif dan dapat memperpanjang penguatan logam hingga September. Citi menilai pasar bisa terus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dinamika yang mendukung harga logam mulia lebih tinggi.
Inti bagi pembaca kripto
Kenaikan logam mulia saat ini ditopang faktor makro yang juga membentuk pergerakan kripto: pelemahan dolar, yield yang lebih rendah, dan diversifikasi bank sentral dapat menggeser alokasi investor. Untuk saat ini, level perak di sekitar US$69 per ounce menjadi area pantauan menuju akhir pekan, dengan arah jangka dekat kemungkinan mengikuti reaksi emas terhadap pidato Jackson Hole.